KALIANDA – Pada sebelumnya sekitar satu bulan
setelah dilakukan Pelantikan oleh Gubernur Lampung terhadap Bupati Lampung
Selatan (Lamsel) Dr.H Zainudin Hasan,SH.M.HUM dan Nanang Ermanto sebagai Wakil
Bupati melakukan pertemuan Perdana terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel)
Dalam
kesempatan tersebut Zainudin (Bupati Lamsel) menyampaikan keadaan keadaan
tentang Masjid Kubah Intan atau Masjid Agung Lampung selatan yang sekiranya
perlu perhatian tangan-tangan Dermawan dan mempunyai inisiatif dan memberikan
Solusi tentang perbaikan fisik di sekitar Masjid,
Dan Bupati
menghimbau dan mengajak kepada semua warga masyarakat Lamsel khususnya bagi
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada lingkup Lampung Selatan untuk melakukan
Infak Sodaqoh dengan tujuan untuk melakukan perbaikan Infrastruktur disekitar
Masjid Kubah Intan,
dalam
kesempatan itu pula Bupati Lamsel yang akrab disapa bang Zai ini menyampaikan
ajakanya dan menunjukan keseriusanya dengan mmengatakan bahwa “saya dapat dana
untuk pembelian baju dari Pemda Lamsel dengan nilai Rp 75 juta dan langsung
saya sumbangkan untuk Infak Masjid” ajaknya yang di ikuti oleh beberapa pejabat
Lamsel untuk turut memberikan Infaknya itulah seruan Bupati Lamsel yang baru
satu bulan dilantik pada saat itu dan terdengar oleh seruluh jema’ah masjid,
dalam
kontak pemberitaan Media ini tidak ada unsure gugatan atau koreksi Masyarakat tentang
dana infak atau amal beberapa Pejabat Lamsel yang sudah terlaksana tetapi hanya
menunggu Informasi kemana dan infak tersebut direalisasikan karena pada
sebelumnya sudah terdengar dan dicanangkan,
terkait
dana Infak yang dicanangkan oleh Pemimpin Lamsel tersebut disampaikan oleh
Mulyadi Saleh sebagai pengelola yang ditunjuk yang saat ini menjabat Asisten I
Pemda Lamsel ketika Wartawan Bongkar Selatan bertamu di kantornya dan
menyampaikan tentang perealisasian dana infak yang dikelolanya tersebut,
sebenarnya
saya tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada Media karena itu
internal kami dana tersebut adalah dana Rumah Tangga kami namun tidak apalah
dan sebelumnya saya memberikan aprisiasi kepada rekan-rekan Media karena
mempunyai rasa peduli yang tinggi dan saya tidak keberatan juga untuk
menjelaskan” Tanggapnya
infak
Sodaqoh yang dikumpulkan waktu itu adalah salah satu pemikiran yang liuar biasa
pak Zainudin bagaimana kawan-kawan ini mulai terbiasa melakukan Sodaqoh sebesar
2,5% dari hasil mereka karena melihat pada saat itu bagaimana pembangunan Masjid
Agung dan lain-lain dapat dilakukan tapi ternyata ketika kita akan arahkan
kemesjid Agung disitu sudah ada alokasi anggaran yang diperuntukan untuk Masjid
Agung sehingga dana sodaqoh yang kita kumpulkan kita berikan kepada Pakir
Miskin yang pernah kita lakukan penyerahanya di Masjid Agung termasuk bantuan
untuk Perpuseru dan juga dana infak Sodaqoh tersebut kita bantukan kegiatan
untuk si’ar Islam” Papar Mulyadi
Dana Infak
itu tidak banyak hanya senilai Rp 732 juta dan itu kita berikan berbentuk uang
terhadap akir miskin kalau berbentuk sembako itu bantuan dari badan Zakat
basiaonal (Baznas) dan pada saat ini dana Infak itu tidak tersisa atau habis
malahan masih kurang bahkan dana infak harta bapak Bupatipun ikut membantu
karena pelaksanaan pada waktu itu kita ikut sertakan dalam acara Safari
Ramadhon juga” Tambahnya
pada saat
ini saya tidak dapat memberikan rinci penggunaan dana tersebut namun apa bila
ada nyumbang mempertanyaan rincian dana Infak tersebut baru saya jelaskan”
Tegasnya
dalam
kesempatan konfirmasi tersebut Mulyadi mengajak bagi seluruh PNS yang ada di
Lamsel untuk dapat menyisihkan Zakat Profesinya senilai 2,5% dan membiasakan
berimfak pada saat sholat dimasjid,
saya
mengajak kepada kawan-kawan untuk membiasakan berimfak Sodaqoh yang menyisihkan
sebagian dari penghasilanya untuk berimfak sebagai Zakat Profesi” Tutupnya
(Ald)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar