Rabu, 01 Februari 2017

Dana Infak PNS Lamsel Sudah Direalisasikan

KALIANDA – Pada sebelumnya sekitar satu bulan setelah dilakukan Pelantikan oleh Gubernur Lampung terhadap Bupati Lampung Selatan (Lamsel) Dr.H Zainudin Hasan,SH.M.HUM dan Nanang Ermanto sebagai Wakil Bupati melakukan pertemuan Perdana terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel)
Dalam kesempatan tersebut Zainudin (Bupati Lamsel) menyampaikan keadaan keadaan tentang Masjid Kubah Intan atau Masjid Agung Lampung selatan yang sekiranya perlu perhatian tangan-tangan Dermawan dan mempunyai inisiatif dan memberikan Solusi tentang perbaikan fisik di sekitar Masjid,

Dan Bupati menghimbau dan mengajak kepada semua warga masyarakat Lamsel khususnya bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada lingkup Lampung Selatan untuk melakukan Infak Sodaqoh dengan tujuan untuk melakukan perbaikan Infrastruktur disekitar Masjid Kubah Intan,
dalam kesempatan itu pula Bupati Lamsel yang akrab disapa bang Zai ini menyampaikan ajakanya dan menunjukan keseriusanya dengan mmengatakan bahwa “saya dapat dana untuk pembelian baju dari Pemda Lamsel dengan nilai Rp 75 juta dan langsung saya sumbangkan untuk Infak Masjid” ajaknya yang di ikuti oleh beberapa pejabat Lamsel untuk turut memberikan Infaknya itulah seruan Bupati Lamsel yang baru satu bulan dilantik pada saat itu dan terdengar oleh seruluh jema’ah masjid,

dalam kontak pemberitaan Media ini tidak ada unsure gugatan atau koreksi Masyarakat tentang dana infak atau amal beberapa Pejabat Lamsel yang sudah terlaksana tetapi hanya menunggu Informasi kemana dan infak tersebut direalisasikan karena pada sebelumnya sudah terdengar dan dicanangkan,
terkait dana Infak yang dicanangkan oleh Pemimpin Lamsel tersebut disampaikan oleh Mulyadi Saleh sebagai pengelola yang ditunjuk yang saat ini menjabat Asisten I Pemda Lamsel ketika Wartawan Bongkar Selatan bertamu di kantornya dan menyampaikan tentang perealisasian dana infak yang dikelolanya tersebut,

sebenarnya saya tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kepada Media karena itu internal kami dana tersebut adalah dana Rumah Tangga kami namun tidak apalah dan sebelumnya saya memberikan aprisiasi kepada rekan-rekan Media karena mempunyai rasa peduli yang tinggi dan saya tidak keberatan juga untuk menjelaskan” Tanggapnya
infak Sodaqoh yang dikumpulkan waktu itu adalah salah satu pemikiran yang liuar biasa pak Zainudin bagaimana kawan-kawan ini mulai terbiasa melakukan Sodaqoh sebesar 2,5% dari hasil mereka karena melihat pada saat itu bagaimana pembangunan Masjid Agung dan lain-lain dapat dilakukan tapi ternyata ketika kita akan arahkan kemesjid Agung disitu sudah ada alokasi anggaran yang diperuntukan untuk Masjid Agung sehingga dana sodaqoh yang kita kumpulkan kita berikan kepada Pakir Miskin yang pernah kita lakukan penyerahanya di Masjid Agung termasuk bantuan untuk Perpuseru dan juga dana infak Sodaqoh tersebut kita bantukan kegiatan untuk si’ar Islam” Papar Mulyadi

Dana Infak itu tidak banyak hanya senilai Rp 732 juta dan itu kita berikan berbentuk uang terhadap akir miskin kalau berbentuk sembako itu bantuan dari badan Zakat basiaonal (Baznas) dan pada saat ini dana Infak itu tidak tersisa atau habis malahan masih kurang bahkan dana infak harta bapak Bupatipun ikut membantu karena pelaksanaan pada waktu itu kita ikut sertakan dalam acara Safari Ramadhon juga” Tambahnya

pada saat ini saya tidak dapat memberikan rinci penggunaan dana tersebut namun apa bila ada nyumbang mempertanyaan rincian dana Infak tersebut baru saya jelaskan” Tegasnya
dalam kesempatan konfirmasi tersebut Mulyadi mengajak bagi seluruh PNS yang ada di Lamsel untuk dapat menyisihkan Zakat Profesinya senilai 2,5% dan membiasakan berimfak pada saat sholat dimasjid,
saya mengajak kepada kawan-kawan untuk membiasakan berimfak Sodaqoh yang menyisihkan sebagian dari penghasilanya untuk berimfak sebagai Zakat Profesi” Tutupnya (Ald)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar