Kamis, 13 April 2017

Bukan Perbedaan Suku, Ras atau Agama.. Tapi Kebijakan yang di Pertanyakan

Menjaga keutuhan NKRI selalu di ganyang seolah-olah negeri ini dalam keadaan darurat akan timbulnya perpecahan dikarenakan perbedaan suku, ras dan agama.

Negeri ini berdiri sudah berabad-abad dengan perbedaan budaya namun tidak mendeskreditkan salah satu budayapun dalam perjalannya menuju suatu kemerdekaan, kendati demikian perbedaan tersebut malah bersatu padu dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia.

Saat berbicara tentang perbedaan janganlah mendiskriminasikan suatu persamaan, karena ditengah-tengah perbedaan ada persamaan yang akan selalu mengiringi, contohnya saja disaat zaman kolonial persamaan timbul karena satu rasa satu penderitaan dan satu tanah air. Setelah merdeka kemudian berdiri ditanah air yang sama dengan Ideologi pancasila untuk menyatukan cita-cita.

Logika berpikir kemudian menemukan suatu objektifitas bahwa perbedaan yang signifikan menimbulkan perpecahan bukanlah tentang suku, ras maupun agama melainkan kesenjangan sosial, ketika suatu kebijakan yang dikuasakan rakyat kepada pemerintah harus sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bersama bukan semata-mata untuk kesejahteraaan sekelompok golongan saja.

Oleh sebab itu pemerintah tak perlu khawatir tentang perbedaan tersebut tapi perhatikanlah kebijakan-kebijakan yang dibuat agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial yang berdampak pada timbulnya perpecahan.

Penulis : Randy Fatra






Tidak ada komentar:

Posting Komentar