Jumat, 28 April 2017

Keramahan Warga Desa Negeri Pandan Tak Di Indahkan Oleh PT WASCO

Kalianda - Mega Proyek pembangunan Jalan Tol yang akan menghubungkan kota-kota di pulau sumatera dari lampung hingga aceh sepanjang 2.818 km, diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 150 triliun.

Saat ini masih dalam tahap pengerjaan dari gerbang sumatera yaitu di kabupaten lampung selatan, dalam pengerjaan proyek tersebut banyak persoalan-persoalan yang terjadi khususnya saat pengerjaan yang melalui desa negeri pandan kecamatan kalianda yang dikerjakan oleh PT WASCO.

Desa Negeri pandan menjadi jalur lalu lalang yang di lewati oleh mobil pengangkut maupun kendaraan alat berat dalam pembangunan jalan tol tersebut, akibat muatan yang terlalu berat menimbulkan kerusakan pada beberapa rumah warga, serta kondisi jalan menjadi hancur. Karena tidak ada komunikasi antara perusahaan dengan warga maka beberapa warga berencana akan melakukan demonstrasi bulan januari lalu, namun karena warga desa yang ramah tak ingin terjadi keributan maka warga berinisiatif ingin bermusyawarah terlebih dahulu dengan pihak perusahaan yang dilaksanakan di kediaman Sekretaris Desa (Sekdes) Negeri Pandan, pada tanggal 22 Januari 2017, yang di hadiri dari pihak perusahaan, perwakilan polres lamsel, perwakilan dari Kodim 0421, kepala desa serta Camat Kalianda, Erdiansyah.

Dalam kesempatan itu beberapa warga menyampaikan keresahannya akibat pekerjaan pembangunan jalan tol tersebut, tentang kerusakan rumah warga yang retak, tanaman warga tergusur, gorong-gorong yang jebol kemudian jalanan yang berlobang dan becek ketika turun hujan.

Laporan itupun ditanggapi oleh pihak perusahaan dan akan di perbaiki untuk kerusakan rumah warga yang terjadi sedangkan untuk beberapa tanaman yang tergusur di ikhlaskan oleh warga asalkan jalan tersebut diperbaiki.

Namun setelah beberapa bulan dari hasil musyawarah tersebut belum ada ihtikat baik dari perusahaan untuk memperbaiki rumah warga dan jalanpun terlihat semakin parah.

Jahri salah warga yang rumahnya terjadi kerusakan, mengatakan bahwa pihak perusahaan belum juga melakukan perbaikan, "unyin prosedur adu ku liwati, lapor jema aparat desa. Kidang tugok geta makdok kabakh lagi" ujarnya dalam bahasa lampung.

Ia berharap agar kerusakan yang terjadi segera diperbaiki, "nyak po mak aga lamon kiluku, cukup dandani pai lambanku ji, ketu mak ku kinongi ikam sekeluarga lagi pedom lamban ikam khubuh," tutupnya dengan wajah melas. (Ftr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar