
Rajabasa - Pembangunan Revetmen yang dikerjakan oleh PT. Surya Citra Wira Adi Kencana dan dianggarkan melalui pemerintah provinsi Lampung dalam rangka membantu masyarakat menciptakan keamanan untuk memecah gelombang air laut dan mencegah Abrasi, namun dalam pengerjaan dikecamatan Rajabasa kali ini tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan seperti yang diberitakan sebelumnya.
Selain itu penambangan batu yang dilakukan untuk pekerjaan Revetmen tersebut mengambil tidak jauh dari pemukiman warga sekitar dan berdekatan dengan tempat kegiatan belajar mengajar SMAN 1 Rajabasa dan SMP Rajabasa, penambangan tersebut dilansir mengganggu/merebut kenyamanan kegiatan belajar mengajar siswa, pasalnya suara yang dihasilkan dalam mengangkut batu kendaraan yang lalu lalang sangat mengganggu kegiatan belajar siswa, apalagi baru-baru ini para siswa melaksanakan Ujian Nasional, sedangkan pekerjaan tetap berlanjut ketika UN berjalan, sehinnga menggangu konsentrasi siswa SMAN 1 Rajabasa tersebut.
Salah satu murid kelas XII, berinisial (D), mengatakan, suara yang dihasilkan sangatlah bising, "kemarin pas ujian mereka tetap kerja bg, kami yang lagi UN pastinya ngerasa ke ganggu, kalo kita orang sampe gak lulus perusahaan itu yang tanggungjawab," ujarnya kesal.
Salah satu dewan guru juga membenarkan bahwa pekerjaan tidak dihentikan disaat ujian Nasional berlangsung. "Pelaksanaan Ujian Nasional tetap berjalan mas meski di iringi dengan suara bising dari angkutan batu," bebernya.
Dipihak lain, Rimlan selaku Suplayer batu dalam proyek Revetmen tersebut, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mengelak jika saat Ujian Nasional pihaknya menghentikan pekerjaan untuk beberapa hari. "Kami menghentikan pekerjaan saat ujian berlangsung dan kami membantu pihak sekolahan dalam pembangunan seperti pemasangan paping," paparnya. (FTR)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar