Salah satu nelayan yang akrab dengan panggilan odong mempertanyakan bantuan perahu tersebut kapan disalurkan ke nelayan dan bagaimana prosedur untuk penerimaan perahu teraebut, "jika memang harusan mengeluarkan tebusan untuk bantuan perahu tersebut kami siap mengeluarkan anggaran," jelasnya
"Perahu sudah lama ngangkrak dan tidak digunakan, meski kondisi perahu tidak sesuai dengan keinginan nelayan karena kondisinya tidak sesuai dengan kondisi dan mesin terlalu besar, sehingga boros untuk bahan bakarnya mas," tambahnya
Sedangkan pihak Dinas kelautan dan Perikanan Lampung Selatan belum dapat ditemui, untuk mempertanyakan kriteria nelayan yang layak mendapatkan bantuan perahu sudah ngangkrak TPI Bom tersebut. (Aldy)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar