Langkah-langkah yang dilkakukan pemerintah dengan membuat regulasi-regulasi agar kebijakan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan para petani...
Apakah petani sudah mendapatkan haknya...?
Sepertinya sampai hari ini petani masih terisolasi oleh pihak-pihak tertentu, mengapa demikian di daerah kami yang berada di selatan pulau sumatera yang menjadi gerbang utama antara pulau sumatera dan jawa, masih terisolir dalam mendapatkan pupuk bersubsidi...
Pupuk yang di distribusikan melalui sistem e-billing sesuai dengan Peraturan Gubernur Lampung No 99 tahun 2016 untuk petani lampung tidak relevan, masih banyak petani yang tidak dapat mengakses pupuk tersebut.
Para petani terpaksa mengucurkan dana lebih untuk mendapatkan pupuk tersebut, petani di desa Mekar Mulya Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan menyatakan kekecewaannya karena sistem e-billing yang tak dapat dirasakan, penduduk di kecamatan Palas mayoritas petani untuk memenuhi ekonomi dalam sehari-hari.
Disisi lain pemerintah Kabupaten Lampung seakan buta dengan keresahan petani dalam mendapatkan pupuk, tak ada tindakan ataupun langkah dalam menangani kegundahan para petani.
Padahal nasi yang setiap hari terhidang di meja adalah karya/kerja keras para petani, ditambah saat ini pemkab mendistribusikan beras "PALAS" yang menjadi salah satu icon Lampung Selatan, tapi kok petaninya susah mencari pupuk..?
H.Darto salah satu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) di Desa Mekar Mulia Kecamatan Palas Lamsel pada hari Kamis (27/4), menyampaikan ungkapan kekecewaannya serta harapannya kepada Pemerintah Daerah (pemda) untuk serius memperhatikan petani dengan sigap dan tanggap dalam memberikan bantuan bibit kepada petani, serta menyiapkan pupuk bersubsidi sesuai dengan kuota yang dibutuhkan para petani.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ternyata masih labil dalam menyikapi permasalahan para petani yang sudah menjadi tugas utama.
Pemimpin baru yang dinahkodai Zainudin Hasan, ternyata belum bisa menjawab suara minor para petani setelah setahun lebih menjadi orang nomor satu di lamsel, dengab janji-janjinya yang kontroversi karena belum terealisasi.
Bersedih, berduka dicampur dengan rasa tawa, karena putra daerah tak bisa memenuhi kebutuhan daerah sendiri, itu terlihat lucu.
Sampai disini dulu tulisan ini, masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai...
(Penulis : Red & Saf)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar